La Couleur De La Vie

                                       "C’est un peu de mon histoire"

In Memorial
Chat Room
My Music


Leave Your Message
Your Time Now
Vote For Me
Is My blog's content and design appealing to you to visit back again?

100% Yes!
50% Yes
Less than 50% yes
Not at all
No Comment

View Results

Weather @Depok
The WeatherPixie
Prayer Time
Visitor Counter
Live Page Popularity


Google
 
Euro Tour 2009 (Part III)
Tuesday, April 14, 2009
Swiss, siapa sih yang tidak mengenal negara ini. Selain mata uang masih menggunakan mata uang Franks Swiss, padahal negara ini berada dikelilingin itali, Perancis, Jerman dan Austria.
Sebenarnya perjalanan ini sengaja adalah kunjungan terakhir karena dari jarak tempuh yang paling dekat dengan Perancis, dan kota tujuan di Swiss adalah Zurich.

Zürich (kadang ditulis Zurich, tanpa umlaut) adalah kota terbesar di Swiss dan ibukota dari Canton Zürich. Zürich adalah pusat perdagangan di Swiss dan menjadi salah satu kota yang sangat penting di dunia bersama Jenewa. Nama Romawi untuk kota ini adalah Turicum sedangkan dalam dialek Jerman Zürich dikenal sebagai Züri.

Tidak banyak yang dapat kami dapatkan karena jadwal kunjungan ke kota ini hanya tersisa 1 am, karena selama perjalanan dari Wina ke Zurich kami kehilangan 1 jam di jalan tol yang teradi penyempitan jalan dan mengakibatkan macet di Munich. Seperti sudah naluri bagaimana sampai di suatu tempat, kami menuju pusat keramaian seperti stasiun kereta atau pusat pertokoan. Ternyata dalam waktu 15 menit kami mendapatkan kantor "Turis Informasi", dan bermodalkan peta kami mencari titik² daerah wisata.

Kami tidak seluruhnya mengunjungi, salah satu yang kami dapatkan adalah danau yang paling terbesar di Swiss dan sepanjang kota Zurich terdapat sungai yang mengalir ke Danau tersebut.
Salah satu alat tranportasinya selain trem, bus, kereta ada juga kapal untuk menyeberang atau mengantarkan ke tempat tertentu. Tapi kalo diperhatikan kapal² kecil tersebut hanya untuk wisata.




Labels: , , ,

posted by Musa @ 12:49 AM   0 comments
Euro Tour 2009 (Part II)
Monday, April 13, 2009
Bratislava (bahasa Hongaria: Pozsony, bahasa Latin: Posonium/Bratislavia) adalah ibu kota Slowakia. Kota ini terletak di tepi sungai Donau dan berjarak hanya sekitar 50 kilometer sebelah timur Wina, Austria.

Kota kecil yang merupakan pecahan dari negara ceko setelah 1988 melepaskan diri dari ceko dan ditahun berikutnya mulain dengan pemerintahan baru. Untuk negara eropa yang baru sudah sangat baik walaupun masih terlihat dibeberapa tempat yang masih dalam perbaikan dinegara tersebut.
Namun sampai di Bratislava, ternyata umumnya terdapat restaurant ala slovakia yang hanya terbuat dari Kentang dan campuran cream dan coklat. Kota yang boleh dikatakan kecil ternyata menampilkan beberapa sejarah bangun selama perang.

(Sorry ... update di lanjutin lagi ya, harus siap2 berangkat ke swiss 1 jam lagi)

Waktu 4 jam rasanya cukup untuk mengelilingi kota sekaligus ibukota dari negara slovakia. Seperti umumnya kota² di negara eropa, di kota ini juga terdapat istana yang terdapat di atas bukit. Satu hal yang sangat berbeda, bangunannya tidak ada yang terlihat megah dan tidak ada yang terlihat kumuh. Bahkan kedubes dari negara² asing menempatin di pusat kota tanpa pengawalan atau penjagaan ketat. Bahkan begitu mudah mendekati pintu gerbang kecuali kedubes Amrik yang di pagar jaring² setinggi 3 meter dan tanpa penjaga dari pihak keamanan.

Perjalanan dari Wina ke Bratislava selama 2 jam dengan melalui jalan tol. Sepanjang perjalanan kami melihat kincir angin yang kemungkinan dimanfaatkan untuk sumber energi listrik. Dari informasi yang kami dapatkan dari salah seorang warga jerman yang kebetulan sekamar dengan kami, bapak tersebut menceritakan kalo menuju kota bratislava dapat menggunakan kapal setiap jam sekali. Dan selama pemandangan akan melihat pemandangan yang lebih bagus.






Labels: , , ,

posted by Musa @ 1:34 AM   0 comments
Euro Tour 2009 (Part I)
Sunday, April 12, 2009

Kota Wina (bahasa Jerman: Wien, bahasa Inggris: Vienna) adalah ibukota serta salah satu dari sembilan negara bagian di Austria. Kota ini terletak di tepi sungai Donau merupakan kota tujuan pertama dalam rangka Euro Tour 2009 bersama teman-teman mahasiswa Indonesia.

Saat tiba jam 1 tadi siang, berdasarkan pengumuman lokasi penginapan ternyata ada 3 kelompok, dan karena konfirmasi yang terakhir dan kerlambatan pendaftaran, maka kami mendapatkan hotel yang terpisah dengan teman lainnya. It's ok, khan masih di wina juga mon amis. Setelah masing-masing kelompok sudah meninggalkan tempat kami turun dari Bus TLS yang mengantar kami di Wina, menanyakan kira-kira kearah mana hotel kami. Setelah mendapatkan petugas hotel kami diberitahu untuk naik kereta metro dan kemudian cari alamat tersebut disana.
Mudah sih, tapi sampai sana ternyata kami mengalami masalah arah jalan ... jadi tanya lagi ke arah mana hotel kami. So dengan secepatnya kami menuju hotel biar semua bawaan segera disimpan di kamar.

Setelah registrasi selesai, ternyata baru bisa cek in jam 4 sore... "ala makkkkk 2 jam lagi" setelah melihat jam ditanganku baru menunjukkan pukul 2 siang. Jadinya rencana mau mandi dan ganti baju tidak jadi deh .. so akhirnya kami pergi ke penginapan di kelompok lainnya. Kebetulan yang lainnya sudah pada pergi, tinggal beberapa teman yang lagi makan di kebab. So akhirnya aku pinjam kamar buat mandi. Maklumlah dah 2 hari ngak mandi ..... wetssss jangan salah, masih wangi kok.

Setelah mandi, ternyata teman yang lainnya sudah pada pergi ... so aku gabung ama kelompok terakhir yang masih ada di hotel dan melakukan perjalanan ke Stephendom. Setelah tanya sana sini, ternyata pusat keramaian dan central perdagangan ada disana. Apalagi cari souvenir, pasti ada disana.

Setelah cari souvenir, kami mengunjungin beberapa bangunan bersejarah dan menjadi khas di wina, hanya melihat dan foto sebagai background kami melakukan foto dibeberapa tempat. Hasil foto yang aku jepret sebagai berikut :





Labels: , , ,

posted by Musa @ 1:16 AM   0 comments
Dalam 14 Jam berada di 3 Negara
Saturday, April 11, 2009
Sebelum melakukan Euro Tour bersama mahasiswa Indonesia di Perancis ke negara Austria, Slovakia dan Swiss aku dan rombongan dari Dijon tiba di kota Lyon untuk berkumpul dengan teman-teman lainnya. Tiba di Lyon 10.35 AM, kami dijemput oleh mas Endra yang dapat tugas menjemput kami. Selain itu ada 11 orang pelajar internasional (2 Pakistan , 3 Peru , 2 Syria, 1 Burkina Faso , 1 Guatemala , 1 Azerbaijan dan 3 Perancis).
Karena berangkat pada pukul 21,00 menuju kota Wina negara pertama tujuan kami, kebetulan hari jumat ... so kami menuju Grand de Mosque de Lyon untuk sholat Jumat. Panitia memberikan kesempatan mengajak keliling kota Lyon.
Sholat jumat baru selesai sekitar jam 2.30 dan kami berencana akan bergabung dengan teman-teman yang sudah mulai keliling kota Lyon di salah satu gereja yang berada diPuncak bukit, dan melihat pemandangan kota Lyon dari atas.
Namun di tour de office kami bertemu rombongan lain, akhirnya kami merubah rute mampir di beberapa tempat dan sempat ngopi di salah satu cafe sambil menikmatin sinar matahari. Selanjutnya menyusul rombongan yang sudah berada di geraja yang di atas bukit, karena kami telat jadi tidak bertemu di gereja tersebut.

Tampak dari atas Bukit disamping gereja

Berada di dalam kota Lyon


kota Lyon disudut pandangan kanan yang terbentang luas

Jam 18.00 kami kembali ke aparteman endra untuk mengambil tas sekaligus makan malam sebelum berangkat. Saat menunggu Bus ternyata buat yang tadinya akan tiba 12 menit kemudian, .... dan karena masih dalam kelelahan ... seseorang penumpang yang menunggu bus yang sama mengatakan. "Bus tidak ada dalam 1 jam" kami tidak percaya, segera melihat di papan display informasi kedatangan bus, ternyata benar bus yang dikatakn 12 menit akan tiba ternyata tidak akan ada bus dalam 1 jam.
Parahnya kami dalam kondisi capek dan Rizal yang mendapat tugas mendampingi kami harus menjemput teman yang lainnya yang baru tiba. Karena sudah pengalaman dengan masalah membaca peta, segera manfaatkan GPS yang ada di HP dan melihat-lihat peta yang ada di halte. Sekaligus minta dipandu oleh endra gimana kami bisa mencapai bus atau station metro terdekat dari rumahnya. Setelah tiba kami segera makan malam, dan segera berangkat ke Gare untuk berkumpul dengan teman yang lainnya.

Setelah menunggu teman-teman yang mengalami macet (jakarta banget ya) dan masalah bus yang sedang mengalami gangguan (entah apa penyebabnya tidak ada beberapa jalur bus kurang lebih 1 jam), tepat pukul 21.15 bus keluar dari parkiran dan menuju Austria.
Dia awal pemberangkatan karena sebagaian besar adalah mahasiswa Indonesia, ada yang sedang menyanyi lagu yang hit di Indonesia, ada yang lagi ngobrol dan ada yang cuman diam dan melihat teman lain. Bahkan ada yang langsung tidur.
Menjelang tengah malam, kami melintas di perbatasan Perancis dan Swiss di Geneve, kami tidak turun dan sopir hanya melaporkan administrasi sebagai ijin masuk negara swiss. Ternyata tidak ada pemeriksaan paspor di perbatasan, dan perjalanan ke swiss dilanjutkan. selama di swiss kami tidak sempat mampir dan turun. Karena rute tujuan negara terakhir adalah Swiss
Mungkin sudah pada kecapean dan mempersiapkan tenaga untuk hari esok setelah tiba di ibukota Austria. Tak terasa jam 4 pagi bus melakukan istrahat sejenak di salah satu poim bansin yang berada di kota Oberösterreich sebagai kota kelahiran Adolf Hitler di Austria. Kota ini berada diperbatasan antar jerman dan Austria. Kesempatan ini dimandaatkan untuk meluruskan kaki yang terasa pegal selama dalam perjalanan.
Dan kota pemberhentian untuk makan pagi pada pukul 9.00 pagi sambil menikmatin kota Salzburg disalah satu danau disana. Sempat memanfaatkan mengabadikan dengan background danau dan gunung.

Istrahat dan makan pagi hanya diberi waktu 40 menit, dan kami melanjutkan perjalanan ke wina Austria. Setelah menantikan dakan waktu yang cukup lama, akhirnya jam 1 siang kami sudah memasukki kota Wina.

Labels: , ,

posted by Musa @ 11:18 PM   0 comments
Mon vélo
Wednesday, April 01, 2009

Hari pertama ke kampus, naik sepeda "PEUGEOT" ku gayung dengan laju

Dah lama ngak posting di blog ini ya tentang cerita2 ku,
Hari ini aku mulai menggayuh sepeda yang kita beli dari suatu tempat
Tempat itu seperti pasar rumput, yang banyak barang2 bekas dan masih layak berfungsi.

Oh iya, pasti ngak percaya kalo sepedanya kudapatkan dengan harga 20 Euro
Dan dalam kondisi bagus dan masih layak
Tapi karena beberapa perlengkapan lampu penerang malam, dan "mata kucing" aku harus pasang dan kunci sepeda saat kuparkirkan. Aku harus menambah beberapa Euro untuk mendapatkan alat2 itu.
Dan sekarang sepedaku sudah bisa aku gunakan di jalan raya.

Labels: , ,

posted by Musa @ 9:56 PM   0 comments
Paris, ville de rêves et de vendre le rêve (Volume 2)
Sunday, December 21, 2008
Ya ... siapa sih yang ngak kenal kota Paris ?
Selain Paris menjadi ibukota dari Perancis, ternyata Paris mempunyai cerita yang sangat banyak. Salah satu yang menjadi icon dari kota paris adalah Menara Eiffel yang dibangun oleh seorang arsitektur terkenal dari negara tersebut. Dan sampe sekarang Paris menjadi salah satu impian setiap orang untuk melihat dan merasakan pernah mampir di Kota Paris.

Nama Paris diucapkan pengucapan [ˈpaɹɪs] dalam bahasa Inggris dan [paʁi] dalam bahasa Perancis, berasal dari pendudukan era Romawi, suku Galia dikenal sebagai Parisii. Kota ini dinamai Lutetia (/lutetja/) (lebih panjang, Lutetita Parisiorum, "Lutetia dari Parisii"), selama pendudukan Romawi abad pertama ke abad keenam, tapi, selama pemerintahan Julian sang Pembelot (361-363), kota ini berganti nama menjadi Paris.[13]

Paris memiliki berbagai julukan, tapi yang terkenal adalah "Kota Cahaya" (La Ville-lumière), nama yang mengartikan kota ini sebagai pusat pendidikan dan ide dan adopsi awal penerangan jalan. Paris sejak awal abad ke-20 telah dikenal dalam slang Paris sebagai Paname ([panam]; Bunyi Moi j'suis d'Paname contoh "Saya dari Paname"),

Penduduk Paris dikenal dalam bahasa Inggris sebagai "Parisians" ([pʰəˈɹɪzɪənz] atau [pʰəˈɹiːʒn̩z]) dan dalam bahasa Perancis sebagai Parisiens ([paʁizjɛ̃] ). Parisian sering menyebut Parigots ([paʁigo] ) untuk merujuk pada penduduk di luar daerah Paris, tapi sebutan ini sering dianggap disayangkan oleh Parisian itu sendiri.

Sumber : Wikipedia


Sebenarnya, perjalanan ke Paris selama 2 malam, 3 hari (18 - 20 Desember 2008) sudah direncanakan jauh-jauh hari bersama teman-teman yang selama 4 bulan adalah mahasiswa Gunadarma Doktoral Fakultas Ilmu Komputer yang sedang belajar di kota Dijon.
Dan berhubung tanggal 20 Desember 2008 mereka akan balik ke Indonesia, sebelum pulang ke Indonesia bermalam di kota Paris 2 hari sebelum berangkat.
Oh iya, mereka adalah lima sekawan yang mendapatkan kesempatan belajar di University of Bourgogne.
Kelima nama tersebut adalah :
  1. Brahmantyo Heruseto
  2. Ruddy Trisno Y
  3. Ridha Iskandar
  4. Nur Yuliani
  5. Lulu Munggaran

18 Desember 2008
Sesuai janji, berangkat dari appartement jam 10 pagi. Ternyata ada sedikit kejutan buatku dari teman-teman di Pavillon St. Bernard. Makasih teman ... !
Tak lama satu persatu datang ke Appartement untuk mengantar lima sekawan yang akan balik ke Indonesia. Mulai dari Aris Muslim, Dibyo Saptono, Ira Tri Wibowo dan Tri Wahyu N. Sedangkan Elfitrin harus menemui profesornya, dan Dian Kemala P harus mengikuti workshop dan mereka tidak bisa mengantarkan lima sekawan ke Gare SNCF Dijon Ville.
Tepat pukul 10.35 menuju halte Bus yang tidak jauh dari Pavillon St. Bernard, kami bersepuluh menuju Gare. Waktu tempuh menuju Gare hanya 20 menit, dan karena waktu masih lama dan pengumuman kereta yang menuju Paris belum ada, kami menunggu sekitar 25 menit.
Sesuai jadwal 11.52 kereta yang membawa lima sekawan dan termasuk saya mulai bergerak menuju Paris.
Agar tidak ada kejenuhan kami mulai membicarakan rencana tempat yang akan dituju besok harinya. Dan hari pertama tidak ada kegiatan selain istrahat di hotel untuk mempersiapkan tenaga besok harinya. TGV dikenal dengan kereta tercepat, bahkan katanya tercepat di dunia. Hanya dengan waktu 1.30 Jam, tak terasa sudah di pemberhentian terakhir yaitu Gare De Lyon.
Karena aku harus kembali ke Dijon hari sabtu, sebelum menuju hotel aku membeli tiket untuk pulang ke Dijon.
Suasana di Gare De Lyon ternyata sudah mulai rame oleh para penumpang kereta baik yang datang atau yang akan pergi berlibur di kota atau negara lain menggunakan kereta.
Setelah tanya sana-sini, dapatlah tiket metro menuju Zona 5 yang menuju Charles De Gaulle Airport yang tidak jauh dari hotel tempat penginapan kami dan tiba di hotel sekitar jam 5 sore.


19 Desember 2008
Jam 5.00 aku sudah bangun, dan Bang Ridha ternyata ikut bangun juga. Setengah jam kemudian berdua dengan Bang Ridha lebih dahulu sarapan. Sudah jam 7.30 tapi matahari belum juga terlihat. Petualangan di kota Paris dimulai, dari Hotel menuju Stasion Kereta di Terminal 3 CDG, Dari situ kami menuju Musée Gravin.
Dari informasi yang kami dapat ada sekitar 300 patung lilin yang menghiasi museum tersebut. Dari tokoh jaman perang dari negara Perancis, ada juga artis dan aktor terkenal dari Holywood, Bolywood, dan tidak lupa dari Perancis. Juga ada olahragawan, penemu dan raja-raja dengan karakter masing-masing orang. Selama 2 jam kami mencari setiap patung lilin untuk diabadikan berpose bersama patung - patung tersebut.

Perjalanan selanjutnya adalah ke daeran Anvers yang terdapat Bagunan Sacre-Coeur, disana terkenalnya dengan pasar murah. Biar tidak penasaran kami mencoba melihat apakah benar barang-barangnya murah ? Ternyata benar para pembeli saling berebut untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Setiap kali kardus di keluarkan, saat itu juga para pembeli berebutan. Kami dari jauh cuman memperhatikan saja, ternyata tidak di Indonesia saja yang suka mencari barang-barang yang super murah.

Setelah membeli souvenir, dan foto dengan backgroud Sacre-Coeur, dan perut sudah mulai meminta untuk diisi. Atas saran penjual toko, Restoran yang Halal banyak didekat Gare du Nord, dengan sedikit bingung kami menjawab makasih infonya. Dan mulai mencari Restoran untuk makan. Setelah keluar dari Gare du Nord, ternyata terlihat GOPAL (toko yang menjual segala bumbu dan bahan makanan instan dari asia termasuk dari Indonesia). Mencoba melihat-lihat dan akhirnya sebagai pengisi perut ada risol.
Dan pencarian restoran pun dilanjutkan, dan ternyata tidak jauh dari Pintu Utama Gare du Nord ada restoran Turki dengan khasnya adalah Kebab. Dan sangat berbeda dengan kebab-kebab yang lainnya. Dijamin kenyang deh.

Sebelum gelap, tujuan berikutnya adalah Musée du Luvre yang terkenal juga di Kota Paris. Museum ini mempunyai rancangan yang menyerupai piramid dengan dindingnya adalah Kaca. Karena kami sedang janjian dengan Lani (warga Indonesia) yang sudah lama di Paris. Dia berjanji akan mengantarkan kami ke tempat yang sangat bagus dilihat saat malam hari.

Tempat pertemuan dengan lani adalah Gare Chausssée d'Antin Lafayette. Sebelum menuju dibeberapa tempat kami masuk ke Galeri Lafayette (Toko sekelas Metro).
Tak jauh dari situ dengan jalan kami menuju pintu utama Opera Garnier untuk Foto-foto, ternyata banyak wisatawan yang sedang mengambil foto didepan Opera tersebut.

Perjalanan dilanjutkan lagi ke Arc De Triomphe, Disana terkenal dengan Pintu Gerbang yang sangat banyak jalannya. Dan sepanjang Jalan dihiasi lampu yang berwana biru. Satu hal yang berbeda adalah, kita bisa foto ditengah jalan dengan lalu lintas yang sangat kencang. Bahkan polisi membantu para wisatawan yang ingin mengambil gambar dengan latar belakang Porte atau latar belakang jalannya.

Tujuan terakhir adalah Menara Eiffel. Sebelumnya sudah kami lihat di siang hari, tapi saat malam menara Eiffel berubah jadi Biru. Dengan gaya yang berbeda kami mencoba mengambil background Eiffel saat malam hari. Ada yang menarik melihat Eiffel, yaitu setiap setengah jam akan ada lampu yang berkelap kelip dengan berbagai warna.

Ternyata waktu sudah setengah sembilan malam, dan waktunya untuk istrahat dan lima sekawan harus kembali packing barang.


20 Desember 2008 Hari terakhir bagi lima sekawan di Perancis, dan juga di Eropa. Perjalanan ke Bandara jam 9 pagi menuju terminal 1. Disana Lani sudah menunggu kami. Dengan penerbangan Malaysia Airlines mereka kembali ketanah air. Dengan perasaan cemas mereka mengantri ke loket cek - in. Apakah over or tidak, ternyata barang bawaan mereka tidak ada yang dibongkar bahkan selamat dibawa ke Indonesia semuanya. Dari kejauhan Aku dan Lani melihat proses cek-in. Lani bahkan sampai berkata "Kok baik banget ya Madame-nya, sampe ngak marah2 liat begitu banyak barang mereka".

Karena harus mengurusi imigrasi jam 10 mereka segera masuk ruang tunggu .... Kapan balik lagi ke Perancis teman-teman ?

Aku menuju Gare Bercy, sedangkan lani harus melanjutkan aktifitasnya di Paris.
Karena kereta yang mengantar aku baru jam 15.20 aku mencoba menyalakan laptop melihat hasil dokumentasi selama di Paris.

Labels: , ,

posted by Musa @ 10:18 PM   0 comments
Notre visite à l'Alsace
Friday, December 12, 2008
Aku bersama mahasiswa asing lainnya yang mendapatkan beasiswa dari CROUS-CNOUS, dimana kami sedang melanjutkan pendidikan di kota Dijon melakukan perjalanan ke Alsace. Belum juga posting tentang kunjunganku ke Alsace, tadi siang (11 Desember 2008) aku menerima email yang berbunyi sebagai berikut :
Sujet : URGENT Séjour culturel à PARIS

Bonjour Purnawarnan,

Le CNOUS de PARIS organise un séjour culturel à PARIS du 27 décembre au
2janvier 2009 (voir courriers joints)

Je vous serais reconnaissante de bien vouloir m'indiquer dans la journée et
avant 15 H cet après-midi, si ce sejour peut vous intéresser. Tout est pris en
charge (transports, hébergement,repas)

Bien cordialement

Hmm ... jalan-jalan lagi lagi, gratis dan selama 7 hari semua di tanggung. Udah gitu tahun baru di Paris, moment yang langkah. Karena harus jawab segera jadi aku ikut mendaftar langsung, namun minta pulang tanggal 2 Januari pagi karena aku juga tanggal segitu mau ke Jura bersama teman-teman Indonesia di Dijon. Ternyata permintaanku di kabulkan ... makasih madame.

Balik kembali kecerita tentang perjalan bersama ke Alsace, sebenarnya tujuannya adalah memperkenalkan kepada kami budaya menjelang natal di Perancis pada umumnya. Biar lebih ada sejarahkan, pertama kali tujuan adalah Le château du Haut-Koenigsbourg dalam Indonesia artinya Istana Haut-Koenigsbourg.
Perjalanan di tempuh selama 4 jam dengan Bus, dim ana berangkat dari Dijon jam 6.30. Selama perjalanan aku lebih banyak tidur, untuk gantiin semalam ngak tidur dan juga mempersiapkan tenaga untuk kunjungan yang nantinya sampai Dijon j am 23.00.

Dari seorang guide yang mengantarkan kami ke seti ap ruangan dan menjelaskan dari ruangan, meja, senjata dan lainnya. Istana ini sebe narnya merupakan bagian dan milik Jerman. Bersama teman-teman dari Algeri dan Rusia kami saling gantian foto.
Yang menarik saat mengunjungi gudang senjata, te rnyata senjatanya masih asli. Entah sudah habis, atau di simpan disuatu tempat. Saat melihat senjata berbentuk senapan, kira2 panjangnya ada sekita 2 - 3 meter. Langsung aja ingat pembicaraan dengan Ruddy JS saat dia menggunjungi salah satu Istana di Skotland, katanya Pedangnya b erat banget .... gimana bawanya ya ?

Setelah waktu yang diberikan adalah 1.30 untuk mengikuti dan mengelilingi di Istana tersebut, perjalan selanjutnya adalah makan siang menuju kota yang sangat asli bangunannya. Le village de Riquewihr merupakan nama kota tersebut. Waktu yang diberikan cukup banyak, 2 jam . Bersama mahasiswa Algeri dan Rusia aku mencoba mengelilingi Centre Ville yang hanya sebesar area Margo City.
Setelah mengelilingi kota tersebut dan karena waktu yang diberikan cukup banyak, setelah makan kami hanya duduk melihat para turis atau penduduk lokal yang sedang belanja untuk keperluan natal.

Perjalanan selanjutnya kota Kayserberg yang lebih dikenal Marché de noël de Kayserberg. Alsace merupakan kota yang sangat terkenal dengan pasar natalnya. Kalo di Indonesia saat menjelang lebaran muncul pasar kaget, di Perancis setiap kota mempunyai pasar kaget saat menyelang natal. Setelah melihat apa saja di pasar tersebut, kami ber-6 mengunjungi Istana yang terlihat tidak berbentuk. Yang ada hanya menara sebagai pengintai di salah satu sudutnya. Sisa bangunannya sudah rata dengan tanah. Mungkin Istana tersebut runtuh saat perang, karena tidak ada lagi bekas bangunannya kecuali menara.

Jam 18.30 waktu janjian untuk kumpul kembali di Bus untuk kembali ke Dijon. Dalam perjalanan ke Dijon ... kami mampir di restoran untuk makan malam. Perjalanan yang mengyasikkan, selain ada bisa mengenal Perancis, bisa nambah teman dari negara lain.

Tunggu berita perjalananku dengan CROUS dan mahasiswa asing lainnya ke Paris dan melewatkan tahun baru disana.

Labels: , , ,

posted by Musa @ 2:23 AM   0 comments
Eiffel, I'm In Love
Sunday, November 02, 2008
Ini bukan kisah dalam film yang dibintangi Shandy Aulia dan Samuel Rizal, tapi kenapa titel dalam posting blog ini aku ambil karena kekagumanku pada perancangnya, insinyur Gustave Eiffel.
Menara Eiffel (bahasa Perancis: Tour Eiffel, /tuʀ ɛfɛl/) merupakan sebuah menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia.

Ketika menara selesai dibangun tahun 1889, struktur ini menjadi yang tertinggi di dunia — gelar yang dipertahankan hingga 1930 ketika Chrysler Building di New York City (319 m — 1.047 kaki) selesai. Menara ini sekarang yang tertingggi kelima di Perancis dan paling tinggi di Paris, dengan struktur tertinggi kedua Tour Montparnasse (210 m — 689 kaki), meskipun akan dikalahkan oleh Tour AXA (225.11 m — 738.36 kaki). Sumber : Wikipedia



Dijon, 31 Oktober 2008 (pukul 22.20)

Diluar angin dan hujan masih saja menguyur kota Dijon. Sejak pulang dari bermain bulutangkis di Lapangan Kampus Université de Bourgogne rencana perjalanan dimulai dari rumah Zam seorang kawan dari malaysia. Karena dari rumahnya ke Gare SNCF sangat dekat, hingga tidak perlu mesan taksi. Namun karena pertimbangan hujan dan kondisi malam itu kecapean, belum ditambah beberapa kawan pada takut kedinginan nantinya disana. Akhirnya memutuskan naik taksi dengan menyewa taksi sebanyak 2 buah dengan wa

ktu penjemputan pada jam 05.00 pagi. Akhirnya aku harus kembali ke kamarku, pengennya sih ngak tidur. Tapi mata berat banget saat menjelang jam 1 dinihari. Ditambah suhu yang sangat dingin, akhirnya aku tidur dan tidak lupa mengaktifkan alarm jam 04.00


Dijon, 1 November 2008 (pukul 04.40)

Ternyata aku tidur dengan pulas, langsung meraih jam meja samping tempat tidurku. Kaget plus langsung berdiri ambil jaket, tas, cuci muka dan pakai sepatu langsung menuju ke Pavillon sebelah Pavillon-ku karena

taksi pesanannya dialamat tersebut. Dalam perjalanan tinggal 10 meter dari taksi yang sudah menunggu, aku baru sadar bahwa dompet tidak berada disaku celana. Aku katakan harus balik, karena dompet dan paspor ketinggalan. Padahal sopir taksi yang satunya udah ngomel-ngomel karena kita dah telat 2 menit belum jalan. Sedangkan taksi sudah sampai pada jam 04.45. Dia berasumsi kalo pe

san jam 05.00 itu sudah waktunya jalan. Karena ngak sabaran, taksi tersebut kita suruh duluan. Dan yang satunya menunggu aku ngambil dompet. Perjalanan menuju Gare SNCF hanya membutuhkan waktu tidak begitu lama kurang lebih 10 menit sudah sampai di Gare SNCF. Jadwal pemberangkatan ke Paris 05.56 dan belum ada pengumuman berangkat dijalur berapa. Sambil melepas capek aku mencoba beli air mineral untuk menghilangkan haus karena waktu ambil dompet aku harus lari dalam waktu & menit harus dah balik lagi dengan jarak 100 meter antara pavillonku dengan pavillon sebelah.

Kereta mulai berjalan menuju ko ta paris. Dalam perjalanan selama 3 jam aku habis tidur-ti duran, dan sesekali bangun jika kereta berhenti di Gare. Pada jam 09.05 pemberhentian terakhir di Gare de Lyon.

Paris, Gare de Lyon 09.30
Sebelumnya pesan tiket perjalanan selama satu hari, lumayan murah cukup 3.50 € untuk Week-end. Tujuan pertama adalah Menara Eiffel dan naik sampai kepuncak Eiffel. Dengan kereta Metro dan beberapa kali naik-turun metro, selama 20 menit perjalanan dengan metro akhirnya sampai juga di Menara Eiffel sebagai simbol kota paris.


Sebelum menaiki menara eiffel, secara kami foto dengan berbagai gaya untuk mengabadikan perjalanan hidupku.


Menara Eiffel, 10.40
Untuk mencapai puncak menara eiffel tiket masuknya 12 € per orang. Dari 5 orang temanku, é orang yang tidak ikut naik menara. Fitrin sudah sering katanya, kalo bang Ridha lebih senang ngirit katanya. Cukup sampe melihat aja. Akhirnya kami ber-5 ngantri untuk membeli tiket. Walau hujan turun, kami beserta wisata lainnya pantang menyerah hanya untuk naik ke menara eiffel. Kurang lebih 40 menit ngantri mencapai loket penjualan, dan mencapai lift harus ngantri juga kurang lebih 15 menit. selama ngantri ternyata banyak juga orang perancis ingin naik ke menara eiffel. Bahkan ada trio nenek yang kebetulan satu rombongan saat antri begitu akrab dengan kami. Katanya sih 2 orang nenek menemani temannya dari luar Perancis (lupa asal negaranya). Proses sampai puncak tidak langsung, dari lantai dasar ke lantai 2 menggunakan lift selama 3 menit. Sebenarnya mampir di lantai 1 tapi tidak ada yang turun, dan semuanya pada ke lantai 2. Perjuangan mencapai puncak menara eiffel belum selesai, ternyata antrian dibagi 2 arah. Karena dari antrian yang berada dari sudut utara ngantri juga untuk masuk satu ke satu pintu yang sama, sedangkan kamu dari sudut timur. Proses ngantri yang sangat lama, kurang lebih 1.30 jam bisa mencapai pintu masuk menuju lift yang akan membawa kami ke puncak Menara.

Akhirnya sekitar jam 2 kami mencapai puncak menara eiffel dengan bantuan lift dari lantai 2, perlu satu tingkat tangga sampailah di puncak menara. Karena dipuncak eiffel terbuka dan suhu ditambah hujan kami tidak bisa lama. dengan mengabadikan 4 piller dan mengelilingi melihat kota paris dari puncak menara dan foto patung sang Insinyur Gustav Eiffel perancang menara eiffel (foto paling atas). Sayangnya jarak pandang terbatas karena kabut yang menutupi hingga hanya bisa melihat kota paris secukupnya.
Turunpun harus ngantri dan mampir ke lantai 2 lagi. sedangkan jam sudah hampir jam 3. Karena males ngantri di lantai 2, kami menurunin tangga yang begitu jauh, lumayan jauh juga ke lantai 1. Petugas menginformasikan jika mau cepat, turun ke lantai 1, disana antriannya tidak panjang. Ternyata betul antrian tidak lama, tapi turunnya cukup melelahkan, karena perlu 7 menit untuk sampai ke lantai 1.

Setelah keluar dari Eiffel, perjalanan dilanjutkan (nama tempatnya lupa) dengan naik metro, janjian dengan fitrin dan bang ridha di restoran untuk makan siang. Makan siang jam 4 ? ngak salah tuh ? Tapi karena restorannya menu makannya sudah habis, terpaksa kami menunggu mereka selesai makan.

Selanjutnya beli souvenir di toko cina, ternyata gantungan kunci disitu lebih murah. 50 buah cuman 5 euro. Perjalanan dilanjutkan ke pusat pertokoan seperti pasar baru di Jakarta. Disana banyak juga yang jualan baju dan souvenir dari kota paris. Ngak terasa sudah jam 17.30, harus balik ke Gare de Lyon karena kereta berangkat jam 19.05 dan mampir beli KFC untuk makan malam dan sekaligus makan siang. Sambil menunggu kereta, KFC langsung dihabiskan diruang tunggu. Gare de Lyon


Dijon, 10.15
Perjalanan pulang menempuh 3 jam juga. Capek juga perjalan seharian. Sampai di Dijon sudah jam 10 dan disambut hujan. Ternyata harus lari lagi karena bus divia baru masuk, kalo ngak aku haru menunggu setengah jam lagi di halte dengan ditemani hujan dan dingin.

Labels: , , ,

posted by Musa @ 1:57 AM   10 comments
La journée du Patrimoine
Wednesday, September 24, 2008
Mungkin di Negara kita belum ada "La journée du Patrimoine" seperti yang dilaksanakan baru-baru ini di Eropa. Pertama melihat dari Iklan yang terpasang di Bus Divia yang menjadi alat transportasi di kota Dijon. Tertulis dengan jelas "Le pass 5 Euro pour voyager en Bourgogne", dalam hati, wah jalan-jalan selama seharian cuman 5 Euro dapat mengelilingi wilayah Bourgogne (sejenis Provinsi) dengan segala model tranportasi yang tersedia untuk public (kereta dan Bus). Ternyata Kang Sunny juga melihat informasi tersebut, dan dia mencari informasi lebih lengkap dari bagaimana mendapatkan tiket dan mencari rute yang akan dikunjungi.

Oh iya, apa itu "La journée du Patrimoine" ? Dalam arti yang saya ambil dari istilah mbak julia, yaitu "Hari Kebangsaan". Dimana diseluruh wilayah Perancis melaksanakannya. Namun dibuatlah berdasarkan regional atau wilayah.


Hari I (20 September 2008)

Perjalan dimulai dari Dijon menuju Kota Beaune. Karena berangkat jam 7.15, jadi setelah sahur langsung menuju GARE (stasion kereta). Kebayang, jam 6.00 sudah harus jemput yuli dan lulu di flat Elfitrin. Diluar angin yang menembus jaket terasa dingin, namun aku harus segera jemput mereka agar tidak ketinggalan kereta.
Ternyata kita adalah kelompok terakhir yang sampai di GARE, 3 kelompok lagi sudah menunggu di dalam stasion. Di ruang tunggu, dengan sering menenggok display jadwal kereta di jalur berapa.

Kereta tiba dengan tepat waktu, perjalanan menempuh kurang lebih 30 menit untuk sampai di Beaune. Waktu 3 jam untuk mengelilingi kota Beaune, sayangnya karena masih pagi banget dan hari Sabtu suasana kotanya masih terlena dalam mimpi. Langkah demi langkah kami menuju Pusat Kota dengan mengikuti penunjuk jalan. Sambil jalan, jika melihat objek yang akan bagus untuk dijadikan background untuk foto bersama.
Masih banyak waktu, tapi rasanya sudah cukup mengelilingi kota Beaune, dan secara perlahan langkah kaki menuju GARE Beaune. Disini kami bertemu dengan rombongan dari Le Creusot untuk bergabung bersama kami untuk melanjutkan perjalanan ke kota lain.






Target berikutnya adalah kota Macon dengan Mampir selama 3-4 menit untuk pindah kereta di Chalon-Sur-Saone. Perjalanan Beaune ke Macon memerlukan waktu 30-35 menit, dan waktu tersebut dimanfaatkan untuk meluruskan kaki yang sudah terasa pegal. Bahkan ada yang nyempatin tidur untuk mengisi kekuatan jika sampai kota Macon. Macon mempunyai sungai yang indah, dan terlihat lebih modern bangunannya di banding kota Beaune. Karena hanya hanya mempunya waktu 90 menit, kami tidak bisa menikmati lebih lama, karena kereta berikutnya akan mengantarkan kami ke Kota Tournus.
Perjalanan Macon - Tournus 15 menit dengan kereta api. Dan sebagai besar terlihat wajah-wajah kecapean. Mungkin karena puasa atau sudah ngak kuat jalan. Dengan perlahan dengan mencari peta kota Tournus langkah kaki mulai terlihat berat untuk melangkah. Sesekali istrahat hanya untuk melepas pegal, dan berteduh. Akhirnya diputuskan hanya mengunjungi Bangunan Meseum. Karena masih waktu di Tournus ada 1 jam. Sisanya memanfaatkan Jardin (Taman) yang tak jauh dari Meseum.

Kota selanjutnya Chalon-Sur-Saone. Salah seorang rombongan pada tahun ke-2 akan melanjutkan study di kota ini. Ibu Dian senang sekali bisa mengenal kota ini lebih dahulu. Di Chalon-Sur-Saone, kami tidak dapat menikmati lebih lama kota tersebut. Selain waktu nya hanya 17 - 20 menit jadi diputuskan naik Bus Gratis yang keliling kota. Selain itu beberapa rombongan sudah mulai mengeluh tidak kuat jalan.

Perjalan Hari pertama akan berakhir di Le Creusot, dan sekaligus akan menginap di tempat Julia. Untuk sampai ke kota tersebut, harus kembali ke Beaune dan pindah kereta menuju Never. Perjalan ditempuh 40-50 menit termasuk transit di Beaune.
Sialnya ...... kereta dari Beaune ke Le Creusot ternyata penuh, akhirnya cari bangku sendiri, bahkan ada yang berdiri selama 30 menit. Dengan sisa tenagaku, aku memutuskan berdisi saja.

Sesampai di GARE Le Creusot, 5 orang rombongon yang sudah tidak kuat jalan menunngu jemputan Suami Julia. Sedangkan sisanya 10 orang jalan kaki sambil melihat2 kota Le Creusot hanya untuk sekedar lewat. Sampai di rumah Julia waktu sudah menunjukkan 19.15. Pertanda buka puasa tinggal 20 menit.... selamat akhirnya kaki bisa diluruskan. Dan rendang sudah tersaji siap di lahap.


Hari II (21 September 2008)

Tujuan kota sebelumnya adalah Never, namun sebagian besar rombongan sudah tidak mampu lagi untuk jalan. Akhirnya jam 10 siang baru keluar dan keliling kota Le Creusot. Itupun hanya masuk Taman, tidak ada yang menarik hanya menunggu waktu jam 1 untuk balik ke Dijon.

Makasih mbak Julia dah memberikan tempat untuk kami istrahat dan makanan yang sangat kami rindukan.... merci beaucoup.

Tahun depan ada lagi Patrimoine ? kita liat aja ke mana tujuan berikutnya.

Labels: , ,

posted by Musa @ 1:57 AM   0 comments
Je Vais en France
Thursday, September 04, 2008
1 September 2008



Sehari sebelum berangkat kusengaja main ke kampus pamitan kepada teman2 seruangan di BAPSI, serta para petinggi di lingkungan Kampus Gunadarma. Tak lupa sorenya mampir ke ruang pak Eri Prasetyo yang membantu banyak hal agar Aku bisa study di Perancis. Pak Eri Merci Beaucoup... kesempatan ini akan saya gunakan dengan baik serta segera pulang Gunadarma untuk membagikan ilmu yang akan saya pelajari selama study ... insyallah segera dalam 3 tahun kedepan.






2 September 2008



Hari ini aku harus meninggalkan Indonesia, juga meninggalkan istriku tercinta dengan tugas melanjutkan studi di Université de Bourgogne. Karena belum punya uang EURO, maka dari pagi hari aku mencoba ke BCA menukarkan uang, ternyata di BCA tidak mempunyai mata Uang yang kubutuhkan. Dewi fortuna datang, disaat itu Aning datang ke Rumah dan mengatakan akan menemani aku untuk mencari di Money Changer. Padahal tinggal 5 jam harus ke Bandara Cengkareng aku harus sampai untuk koordinasi cek-in bareng-bareng teman yang akan ke Perancis. Usaha mencari EURO akhirnya dapat juga walau hanya 200 Euro... (moga aja tiba nanti CNOUS akan langsung kasih "Bourse" bulan September).



Jam 1.15 kami sekeluarga (Istri, Bapak, adikku serta Kakak Iparku "uda IN") berangkat menuju bandara Cengkareng. Sampai di terminal 2F tepat pukul 14.30, saat turun ketemu ama Vina (mahasiswa sarmag UG) yang akan study selama 6 bulan di Vibot - Le Creusot. Ternyata di dalam sudah ada Dito bersama keluarganya (Mahasiswa Vibot). Kemudian ada Dr. Nur Sultan bersama Istri yang juga akan berangkat untuk menyelesaikan Study S3 istrinya yang rencananya akan sidang pada tanggal 18 September 2008. Ternyata Wisnu (Mahasiswa Sarmag UG) dan keluarga telah datang juga. Selanjutnya jam 15.00 secara berturut-turut mulai datang keluarga Ibu Dian, Ruddy JS, Aries Muslim dan Ibu Ira Puspitawati.



Jam 4.30 WIB kami Cek-In walau mengalami masalah dengan Bagasi terutama aku harus mengurangi 5 Kilo, terpaksa Jaketku dan CD Data ku bawa dalam kantong kecil.



Karena puasa, saat masuk ke ruang tunggu bedug azan magrib telah terdengar. Kami berbuka puasa ala kadarnya. Karena Makanan dan Minuman tidak boleh dibawa kedalam ruang tunggu.






Pesawat menuju Kuala Lumpur Mulai bergerak ke ujung landasan untuk take off dari Bandara Cengkareng tepat pukul 18.30 WIB. Selama perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur cuman bisa menonton TV dari kejauhan dari bangku kami (Dito, Aku, Aries, Aning). Pesawat mendarat 2 or 3 jam kemudian. Aku lupa tapi yang aku ingat sudah jam 10 malam waktu Kuala Lumpur. Pemberangkatan berikutnya jam hampir jam 12 malam menuju Paris. Ku mencoba menelpon tapi tidak bisa menelpon nomor Simpatiku. Begitu juga dengan SMS, ternyata SMSku pending. terpaksa aku cuman bisa diam karena kecewa dengan Telkomsel yang tadi Siang sudah kuaktifkan Roaming International dan Kutanyakan apakah bisa digunakan untuk Telepon dan SMS ? Katanya "iya, sekarang sudah aktif roaming international telp dan SMS bisa".






Sambil menunggu waktu masuk ruang tunggu, kumencoba mencari Air mineral, karena dari tadi rasa haus terasa sejak turun dari pesawat. Waktu masuk ruang tunggu telah tiba, biasanya kalo melewati detektor logam selama melakukan penerbangan di Indonesia, tidak pernah kumerasakan takut. Namun saat di KL, aku takut jika ada alarm saat ku melewatinya. Ternyata benar, bunyi alarm. Tapi setelah digeledah ternyata kunci yang ada dalam saku celana yang memancing bunyi tersebut.






3 September 2008



Sepanjang perjalanan kurang lebih 10 jam dari Kuala Lumpur menuju paris Aku lebih banyak tidur, mungkin karena suasana dalam cabin yang begitu gelap. Setelah diberi makan setelah lepas landar dari Kuala Lumpur, aku tidur. Namun sering bangun menengok jam yang ada didepan layar. pernah mencoba nonton tv, namun males melihatnya karena rasa ngantuk memaksakan aku harus tidur. Menjelang 2 jam lagi akan mendarat di Paris. aku mencoba melihat hiburan2 yang ada dilayar tv sambil makan yang diberikan oleh pramugara. Alhamdullilah ternyata bisa sahur dan melaksanakan puasa hari dengan Omlet pilihan menuku.



Saat mendarat 6.30 dibalik kaca masih terlihat gelap, ternyata matahari belum nampak, dan selama 30 - 45 menit melewati pemeriksaan Passport dan bagian Imigrasi.






Diluar ternyata ada atase keamanan dari KBRI yang merupakan sahabat dari suami ibu Ira, telah menunngu kedatangan kami. Mungkin kebayang bagaimana banyaknya barang yang kami bawa masing2 orang sekitar 25 - 30 Kg belum termasuk yang dipegang masing bawa 1 atau 2 kantong. Kumanfaatkan kesempatan untuk minta tolong di antar ke CNOUS untuk melaporkan serta mengambil Uang untuk tranportasi ke Dijon. Tapi sayang di CNOUS belum pegang uang cash pagi-pagi. akhirnya aku cuman melapor dan menuju ke Gare de Lyon untuk ngumpul kembali ngumpul dengan rombongan yang ke Dijon.






Rombongan terbagi 2, kami ber 7 ke Dijon, sedang 4 lagi ke le Creusot. Jam 11 lebih jadwal pemberangkatan ke Dijon dan diperkirakan selama 2 jam untuk sampai Dijon. selama Dikereta aku baru bisa memberitahu Istri dan Bapak serta keluarga di Solok kalo dah sampe. Saat di CNOUS sebenarnya SMS baru masuk 1 dari da yan. tapi aku jawab "Sudah sampe Paris". Pesan singkat juga aku kirim ke Istriku karena aku sedang ngurusin laporan di CNOUS. maaf, bukan tidak mau kasih kasih kabar, tapi saat itu aku tidak bisa nulis banyak.



Ku coba kirim SMS lagi dikereta tapi tidak ada balesan lagi. sampai 10 kali aku baru dapat kabar dari Bapak kalo SMS yang aku kirim dan bales ke Uni dah sampe juga. Tapi Balesan dari mereka tidak aku terima.



Sampe Dijon sesuai jadwal, di Gare SCNF sudah menunggu Kang Sunny dan Debyo. Kami pisah di Centre Ville Aku bareng Debyo, Aning dan Kang Sultan serta Istrinya ke rumah debyo. Sedang Kang Sunny mengantar Aries, Ibu Ira dan Dian ke Residen International.



Karena tempat tinggalku saat ngelapor tidak ketemu dengan orang CROUS yang sedang liburan, aku terpaksa ngungsi ke rumah Kang Sunny selama 2 hari.

Labels: ,

posted by Musa @ 1:18 AM   2 comments
Perjalananku daerah Paling Barat di Indonesia
Sunday, December 10, 2006
Daerah Istimewa setingkat provinsi yang terletak di Pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia yaitu Nanggröe Aceh Darussalam. Hampir 30 tahun konflik antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (Gerakan ini juga dikenal dengan nama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF)) berlangsung di daerah tersebut. Dengan perjanjian nota kesepahaman (MoU) kedua belah pihak secara resmi disetujui oleh delegasi RI dan GAM di Helsinki, Finlandia 15 Agustus 2005.

Pada tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh.
Gempa terjadi pada waktu 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3,298° LU dan 95,779 BT kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Asia Tenggara dan Asia Selatan. Gempa bumi mengakibatkan tsunami (gelombang pasang) yang menelan sangat banyak korban jiwa. Dipastikan lebih dari 150.000 jiwa tewas di seluruh dunia. Bahkan Indonesia merupakan negara paling banyak korban dibanding negara tetangga.

Kesempatanku mengunjungi daerah paling barat Indonesia datang juga pada 4 Desember 2006. Rencana sebelumnya 26 November 2006, sehari sebelumnya mendapat berita Ibu-ku meninggal dunia. Akhirnya aku meng-cancel penerbangan ke Aceh, dan merubah penerbangan ke Gorontalo.
Perjalanan dari Jakarta - Aceh memakan waktu hampir 2 jam dengan maskapai lion. Dari bandara dengan menyewa mobil tujuan pertama adalah Mesjid Raya Baiturrahman yang terkenal di kota Banda Aceh. Mesjid yang dibangun pada tahun 1872 pada masa Sultan Nur al-Alam. Saat musibah tsunami terjadi, mesjid ini telah menyelamatkan umat manusia. Masyarakat yang menaiki kubah dan atap mesjid selamat dari musibah tersebut. Bahkan setelah tsunami, ribuan mayat dikumpulkan dihalaman dan dalam mesjid raya.
Setelah makan siang dan sholat Dzuhur di mesjid Raya, perjalananku dilanjutkan ke Kabupaten Pidie. Selama perjalanan banyak pembangunan rumah untuk relokasi korban tsunami dan sepanjang perjalanan banyak pohon pinang. Suasana malam di Sigli tidak begitu ramai. Kabupaten Aceh tengah merupakan tujuan kedua. Sekitar jam 4 Sore (5 Desember 2006) meninggalkan Sigli, perjalanan ke Kota Takengon yang ditempuh sekitar 6 jam. Takengon sebenarnya merupakan daerah yang sejuk, dan banyak objek wisata di daerah tersebut. Setelah selama seharian mengelilingi kota Takengon, malam hari ku putuskan tidak kembali ke Banda Aceh. Karena jarak tempuh dari Takengon ke Banda Aceh hampir sama dari Takengon ke Medan, Dengan Mobil travel ku putuskan untuk kembali ke jakarta melalui Bandara Polonia Medan. Saat subuh mobil travel yang kutumpangi memasuki kota Medan.

Kapan bisa ke Wilayah paling Timur Indonesia ya ??

Ndu' TK94 thanks dah kasih kesempatan buat jalan2 ke Aceh.

Labels: ,

posted by Musa @ 1:49 PM   0 comments
About Me

Name: Musa
Home: Depok, Jawa Barat, Indonesia
About Me: Seorang yg sederhana, moderat, individu serta suka dedikasi dan komitmen dalam semua aspek hidup. Dalam pandanganku sendiri sebagai seorang stabil, bertanggung jawab, percaya diri dan orang penuh kasih yang mempunyai niat baik. Kenangan dari segalanya langkahku merupakan pengalaman berharga dimasa mendatang. Petualanganku dimulai dari pulau “Celebes” yang lebih dikenal dengan Sulawesi. Tepatnya di daerah Gorontalo tempat kelahiran dan masa-masa kecilku bermain dan tumbuh. Minat yang berkisar akademis terutama hardware system, petualangan. Mengunjungi suatu tempat dan hidup bebas dari “penjajahan” kesenangan penuh kasih. Bagaimanapun, seorang Purnawarman Musa masih merasakan bahwa aku bukanlah seorang yang sempurna.


YM ID : adadegh
See my complete profile
Facebook ID
Previous Post
Archives
Current Moon
CURRENT MOON
moon info
Other My Blog

Coretan

↑ @Gunadarma University

Serpihan-serpihan Catatanku

↑ @Blogsome dot Com

Links
This Day in History

Total Online
UG Radio
Powered by

BLOGGER

© 2005 La Couleur De La Vie Template by Isnaini Dot Com