La Couleur De La Vie

                                       "C’est un peu de mon histoire"

In Memorial
Chat Room
My Music


Leave Your Message
Your Time Now
Vote For Me
Is My blog's content and design appealing to you to visit back again?

100% Yes!
50% Yes
Less than 50% yes
Not at all
No Comment

View Results

Weather @Depok
The WeatherPixie
Prayer Time
Visitor Counter
Live Page Popularity


Google
 
Bonne année 2009!!! dans les Champs-Élysées
Thursday, January 01, 2009



Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.

Sumber : Wikipedia

Kegiatan Sejour Culturel di Paris sengaja cuman setengah hari. Karena diberikan waktu untuk peserta jalan, atau ingin istrahat persiapan untuk tahun baru. Dari hari pertama sudah dapat kepastian kalo acara tanggal 31 Desember 2008 setelah makan siang acara bebas hingga besok paginya. So ... kesempatan jalan tanpa harus ikutin rombongan atau ketinggalan dari rombongan karena harus foto sana-sini. Temps Libre dimanfaatkan mampir ke Anvers dan Arts et Métiers liat-liat tempat penjualan souvenir yang paling rame di Kunjungi dan pastinya dengan harga paling murah.

Bagaimana tahun baru di Paris ?
Mungkin masih meriah di Indonesia, tidak ada kembang api. Bahkan lebih parahnya cuman ada orang-orang yang lagi pada mabuk. Sialnya tidak bisa bergabung dengan keramaian yang ada di seberang. So .... Selamat Tahun Baru ya....

Labels: , ,

posted by Musa @ 6:38 PM   0 comments
Paris, ville de rêves et de vendre le rêve (Volume 2)
Sunday, December 21, 2008
Ya ... siapa sih yang ngak kenal kota Paris ?
Selain Paris menjadi ibukota dari Perancis, ternyata Paris mempunyai cerita yang sangat banyak. Salah satu yang menjadi icon dari kota paris adalah Menara Eiffel yang dibangun oleh seorang arsitektur terkenal dari negara tersebut. Dan sampe sekarang Paris menjadi salah satu impian setiap orang untuk melihat dan merasakan pernah mampir di Kota Paris.

Nama Paris diucapkan pengucapan [ˈpaɹɪs] dalam bahasa Inggris dan [paʁi] dalam bahasa Perancis, berasal dari pendudukan era Romawi, suku Galia dikenal sebagai Parisii. Kota ini dinamai Lutetia (/lutetja/) (lebih panjang, Lutetita Parisiorum, "Lutetia dari Parisii"), selama pendudukan Romawi abad pertama ke abad keenam, tapi, selama pemerintahan Julian sang Pembelot (361-363), kota ini berganti nama menjadi Paris.[13]

Paris memiliki berbagai julukan, tapi yang terkenal adalah "Kota Cahaya" (La Ville-lumière), nama yang mengartikan kota ini sebagai pusat pendidikan dan ide dan adopsi awal penerangan jalan. Paris sejak awal abad ke-20 telah dikenal dalam slang Paris sebagai Paname ([panam]; Bunyi Moi j'suis d'Paname contoh "Saya dari Paname"),

Penduduk Paris dikenal dalam bahasa Inggris sebagai "Parisians" ([pʰəˈɹɪzɪənz] atau [pʰəˈɹiːʒn̩z]) dan dalam bahasa Perancis sebagai Parisiens ([paʁizjɛ̃] ). Parisian sering menyebut Parigots ([paʁigo] ) untuk merujuk pada penduduk di luar daerah Paris, tapi sebutan ini sering dianggap disayangkan oleh Parisian itu sendiri.

Sumber : Wikipedia


Sebenarnya, perjalanan ke Paris selama 2 malam, 3 hari (18 - 20 Desember 2008) sudah direncanakan jauh-jauh hari bersama teman-teman yang selama 4 bulan adalah mahasiswa Gunadarma Doktoral Fakultas Ilmu Komputer yang sedang belajar di kota Dijon.
Dan berhubung tanggal 20 Desember 2008 mereka akan balik ke Indonesia, sebelum pulang ke Indonesia bermalam di kota Paris 2 hari sebelum berangkat.
Oh iya, mereka adalah lima sekawan yang mendapatkan kesempatan belajar di University of Bourgogne.
Kelima nama tersebut adalah :
  1. Brahmantyo Heruseto
  2. Ruddy Trisno Y
  3. Ridha Iskandar
  4. Nur Yuliani
  5. Lulu Munggaran

18 Desember 2008
Sesuai janji, berangkat dari appartement jam 10 pagi. Ternyata ada sedikit kejutan buatku dari teman-teman di Pavillon St. Bernard. Makasih teman ... !
Tak lama satu persatu datang ke Appartement untuk mengantar lima sekawan yang akan balik ke Indonesia. Mulai dari Aris Muslim, Dibyo Saptono, Ira Tri Wibowo dan Tri Wahyu N. Sedangkan Elfitrin harus menemui profesornya, dan Dian Kemala P harus mengikuti workshop dan mereka tidak bisa mengantarkan lima sekawan ke Gare SNCF Dijon Ville.
Tepat pukul 10.35 menuju halte Bus yang tidak jauh dari Pavillon St. Bernard, kami bersepuluh menuju Gare. Waktu tempuh menuju Gare hanya 20 menit, dan karena waktu masih lama dan pengumuman kereta yang menuju Paris belum ada, kami menunggu sekitar 25 menit.
Sesuai jadwal 11.52 kereta yang membawa lima sekawan dan termasuk saya mulai bergerak menuju Paris.
Agar tidak ada kejenuhan kami mulai membicarakan rencana tempat yang akan dituju besok harinya. Dan hari pertama tidak ada kegiatan selain istrahat di hotel untuk mempersiapkan tenaga besok harinya. TGV dikenal dengan kereta tercepat, bahkan katanya tercepat di dunia. Hanya dengan waktu 1.30 Jam, tak terasa sudah di pemberhentian terakhir yaitu Gare De Lyon.
Karena aku harus kembali ke Dijon hari sabtu, sebelum menuju hotel aku membeli tiket untuk pulang ke Dijon.
Suasana di Gare De Lyon ternyata sudah mulai rame oleh para penumpang kereta baik yang datang atau yang akan pergi berlibur di kota atau negara lain menggunakan kereta.
Setelah tanya sana-sini, dapatlah tiket metro menuju Zona 5 yang menuju Charles De Gaulle Airport yang tidak jauh dari hotel tempat penginapan kami dan tiba di hotel sekitar jam 5 sore.


19 Desember 2008
Jam 5.00 aku sudah bangun, dan Bang Ridha ternyata ikut bangun juga. Setengah jam kemudian berdua dengan Bang Ridha lebih dahulu sarapan. Sudah jam 7.30 tapi matahari belum juga terlihat. Petualangan di kota Paris dimulai, dari Hotel menuju Stasion Kereta di Terminal 3 CDG, Dari situ kami menuju Musée Gravin.
Dari informasi yang kami dapat ada sekitar 300 patung lilin yang menghiasi museum tersebut. Dari tokoh jaman perang dari negara Perancis, ada juga artis dan aktor terkenal dari Holywood, Bolywood, dan tidak lupa dari Perancis. Juga ada olahragawan, penemu dan raja-raja dengan karakter masing-masing orang. Selama 2 jam kami mencari setiap patung lilin untuk diabadikan berpose bersama patung - patung tersebut.

Perjalanan selanjutnya adalah ke daeran Anvers yang terdapat Bagunan Sacre-Coeur, disana terkenalnya dengan pasar murah. Biar tidak penasaran kami mencoba melihat apakah benar barang-barangnya murah ? Ternyata benar para pembeli saling berebut untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Setiap kali kardus di keluarkan, saat itu juga para pembeli berebutan. Kami dari jauh cuman memperhatikan saja, ternyata tidak di Indonesia saja yang suka mencari barang-barang yang super murah.

Setelah membeli souvenir, dan foto dengan backgroud Sacre-Coeur, dan perut sudah mulai meminta untuk diisi. Atas saran penjual toko, Restoran yang Halal banyak didekat Gare du Nord, dengan sedikit bingung kami menjawab makasih infonya. Dan mulai mencari Restoran untuk makan. Setelah keluar dari Gare du Nord, ternyata terlihat GOPAL (toko yang menjual segala bumbu dan bahan makanan instan dari asia termasuk dari Indonesia). Mencoba melihat-lihat dan akhirnya sebagai pengisi perut ada risol.
Dan pencarian restoran pun dilanjutkan, dan ternyata tidak jauh dari Pintu Utama Gare du Nord ada restoran Turki dengan khasnya adalah Kebab. Dan sangat berbeda dengan kebab-kebab yang lainnya. Dijamin kenyang deh.

Sebelum gelap, tujuan berikutnya adalah Musée du Luvre yang terkenal juga di Kota Paris. Museum ini mempunyai rancangan yang menyerupai piramid dengan dindingnya adalah Kaca. Karena kami sedang janjian dengan Lani (warga Indonesia) yang sudah lama di Paris. Dia berjanji akan mengantarkan kami ke tempat yang sangat bagus dilihat saat malam hari.

Tempat pertemuan dengan lani adalah Gare Chausssée d'Antin Lafayette. Sebelum menuju dibeberapa tempat kami masuk ke Galeri Lafayette (Toko sekelas Metro).
Tak jauh dari situ dengan jalan kami menuju pintu utama Opera Garnier untuk Foto-foto, ternyata banyak wisatawan yang sedang mengambil foto didepan Opera tersebut.

Perjalanan dilanjutkan lagi ke Arc De Triomphe, Disana terkenal dengan Pintu Gerbang yang sangat banyak jalannya. Dan sepanjang Jalan dihiasi lampu yang berwana biru. Satu hal yang berbeda adalah, kita bisa foto ditengah jalan dengan lalu lintas yang sangat kencang. Bahkan polisi membantu para wisatawan yang ingin mengambil gambar dengan latar belakang Porte atau latar belakang jalannya.

Tujuan terakhir adalah Menara Eiffel. Sebelumnya sudah kami lihat di siang hari, tapi saat malam menara Eiffel berubah jadi Biru. Dengan gaya yang berbeda kami mencoba mengambil background Eiffel saat malam hari. Ada yang menarik melihat Eiffel, yaitu setiap setengah jam akan ada lampu yang berkelap kelip dengan berbagai warna.

Ternyata waktu sudah setengah sembilan malam, dan waktunya untuk istrahat dan lima sekawan harus kembali packing barang.


20 Desember 2008 Hari terakhir bagi lima sekawan di Perancis, dan juga di Eropa. Perjalanan ke Bandara jam 9 pagi menuju terminal 1. Disana Lani sudah menunggu kami. Dengan penerbangan Malaysia Airlines mereka kembali ketanah air. Dengan perasaan cemas mereka mengantri ke loket cek - in. Apakah over or tidak, ternyata barang bawaan mereka tidak ada yang dibongkar bahkan selamat dibawa ke Indonesia semuanya. Dari kejauhan Aku dan Lani melihat proses cek-in. Lani bahkan sampai berkata "Kok baik banget ya Madame-nya, sampe ngak marah2 liat begitu banyak barang mereka".

Karena harus mengurusi imigrasi jam 10 mereka segera masuk ruang tunggu .... Kapan balik lagi ke Perancis teman-teman ?

Aku menuju Gare Bercy, sedangkan lani harus melanjutkan aktifitasnya di Paris.
Karena kereta yang mengantar aku baru jam 15.20 aku mencoba menyalakan laptop melihat hasil dokumentasi selama di Paris.

Labels: , ,

posted by Musa @ 10:18 PM   0 comments
Eiffel, I'm In Love
Sunday, November 02, 2008
Ini bukan kisah dalam film yang dibintangi Shandy Aulia dan Samuel Rizal, tapi kenapa titel dalam posting blog ini aku ambil karena kekagumanku pada perancangnya, insinyur Gustave Eiffel.
Menara Eiffel (bahasa Perancis: Tour Eiffel, /tuʀ ɛfɛl/) merupakan sebuah menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia.

Ketika menara selesai dibangun tahun 1889, struktur ini menjadi yang tertinggi di dunia — gelar yang dipertahankan hingga 1930 ketika Chrysler Building di New York City (319 m — 1.047 kaki) selesai. Menara ini sekarang yang tertingggi kelima di Perancis dan paling tinggi di Paris, dengan struktur tertinggi kedua Tour Montparnasse (210 m — 689 kaki), meskipun akan dikalahkan oleh Tour AXA (225.11 m — 738.36 kaki). Sumber : Wikipedia



Dijon, 31 Oktober 2008 (pukul 22.20)

Diluar angin dan hujan masih saja menguyur kota Dijon. Sejak pulang dari bermain bulutangkis di Lapangan Kampus Université de Bourgogne rencana perjalanan dimulai dari rumah Zam seorang kawan dari malaysia. Karena dari rumahnya ke Gare SNCF sangat dekat, hingga tidak perlu mesan taksi. Namun karena pertimbangan hujan dan kondisi malam itu kecapean, belum ditambah beberapa kawan pada takut kedinginan nantinya disana. Akhirnya memutuskan naik taksi dengan menyewa taksi sebanyak 2 buah dengan wa

ktu penjemputan pada jam 05.00 pagi. Akhirnya aku harus kembali ke kamarku, pengennya sih ngak tidur. Tapi mata berat banget saat menjelang jam 1 dinihari. Ditambah suhu yang sangat dingin, akhirnya aku tidur dan tidak lupa mengaktifkan alarm jam 04.00


Dijon, 1 November 2008 (pukul 04.40)

Ternyata aku tidur dengan pulas, langsung meraih jam meja samping tempat tidurku. Kaget plus langsung berdiri ambil jaket, tas, cuci muka dan pakai sepatu langsung menuju ke Pavillon sebelah Pavillon-ku karena

taksi pesanannya dialamat tersebut. Dalam perjalanan tinggal 10 meter dari taksi yang sudah menunggu, aku baru sadar bahwa dompet tidak berada disaku celana. Aku katakan harus balik, karena dompet dan paspor ketinggalan. Padahal sopir taksi yang satunya udah ngomel-ngomel karena kita dah telat 2 menit belum jalan. Sedangkan taksi sudah sampai pada jam 04.45. Dia berasumsi kalo pe

san jam 05.00 itu sudah waktunya jalan. Karena ngak sabaran, taksi tersebut kita suruh duluan. Dan yang satunya menunggu aku ngambil dompet. Perjalanan menuju Gare SNCF hanya membutuhkan waktu tidak begitu lama kurang lebih 10 menit sudah sampai di Gare SNCF. Jadwal pemberangkatan ke Paris 05.56 dan belum ada pengumuman berangkat dijalur berapa. Sambil melepas capek aku mencoba beli air mineral untuk menghilangkan haus karena waktu ambil dompet aku harus lari dalam waktu & menit harus dah balik lagi dengan jarak 100 meter antara pavillonku dengan pavillon sebelah.

Kereta mulai berjalan menuju ko ta paris. Dalam perjalanan selama 3 jam aku habis tidur-ti duran, dan sesekali bangun jika kereta berhenti di Gare. Pada jam 09.05 pemberhentian terakhir di Gare de Lyon.

Paris, Gare de Lyon 09.30
Sebelumnya pesan tiket perjalanan selama satu hari, lumayan murah cukup 3.50 € untuk Week-end. Tujuan pertama adalah Menara Eiffel dan naik sampai kepuncak Eiffel. Dengan kereta Metro dan beberapa kali naik-turun metro, selama 20 menit perjalanan dengan metro akhirnya sampai juga di Menara Eiffel sebagai simbol kota paris.


Sebelum menaiki menara eiffel, secara kami foto dengan berbagai gaya untuk mengabadikan perjalanan hidupku.


Menara Eiffel, 10.40
Untuk mencapai puncak menara eiffel tiket masuknya 12 € per orang. Dari 5 orang temanku, é orang yang tidak ikut naik menara. Fitrin sudah sering katanya, kalo bang Ridha lebih senang ngirit katanya. Cukup sampe melihat aja. Akhirnya kami ber-5 ngantri untuk membeli tiket. Walau hujan turun, kami beserta wisata lainnya pantang menyerah hanya untuk naik ke menara eiffel. Kurang lebih 40 menit ngantri mencapai loket penjualan, dan mencapai lift harus ngantri juga kurang lebih 15 menit. selama ngantri ternyata banyak juga orang perancis ingin naik ke menara eiffel. Bahkan ada trio nenek yang kebetulan satu rombongan saat antri begitu akrab dengan kami. Katanya sih 2 orang nenek menemani temannya dari luar Perancis (lupa asal negaranya). Proses sampai puncak tidak langsung, dari lantai dasar ke lantai 2 menggunakan lift selama 3 menit. Sebenarnya mampir di lantai 1 tapi tidak ada yang turun, dan semuanya pada ke lantai 2. Perjuangan mencapai puncak menara eiffel belum selesai, ternyata antrian dibagi 2 arah. Karena dari antrian yang berada dari sudut utara ngantri juga untuk masuk satu ke satu pintu yang sama, sedangkan kamu dari sudut timur. Proses ngantri yang sangat lama, kurang lebih 1.30 jam bisa mencapai pintu masuk menuju lift yang akan membawa kami ke puncak Menara.

Akhirnya sekitar jam 2 kami mencapai puncak menara eiffel dengan bantuan lift dari lantai 2, perlu satu tingkat tangga sampailah di puncak menara. Karena dipuncak eiffel terbuka dan suhu ditambah hujan kami tidak bisa lama. dengan mengabadikan 4 piller dan mengelilingi melihat kota paris dari puncak menara dan foto patung sang Insinyur Gustav Eiffel perancang menara eiffel (foto paling atas). Sayangnya jarak pandang terbatas karena kabut yang menutupi hingga hanya bisa melihat kota paris secukupnya.
Turunpun harus ngantri dan mampir ke lantai 2 lagi. sedangkan jam sudah hampir jam 3. Karena males ngantri di lantai 2, kami menurunin tangga yang begitu jauh, lumayan jauh juga ke lantai 1. Petugas menginformasikan jika mau cepat, turun ke lantai 1, disana antriannya tidak panjang. Ternyata betul antrian tidak lama, tapi turunnya cukup melelahkan, karena perlu 7 menit untuk sampai ke lantai 1.

Setelah keluar dari Eiffel, perjalanan dilanjutkan (nama tempatnya lupa) dengan naik metro, janjian dengan fitrin dan bang ridha di restoran untuk makan siang. Makan siang jam 4 ? ngak salah tuh ? Tapi karena restorannya menu makannya sudah habis, terpaksa kami menunggu mereka selesai makan.

Selanjutnya beli souvenir di toko cina, ternyata gantungan kunci disitu lebih murah. 50 buah cuman 5 euro. Perjalanan dilanjutkan ke pusat pertokoan seperti pasar baru di Jakarta. Disana banyak juga yang jualan baju dan souvenir dari kota paris. Ngak terasa sudah jam 17.30, harus balik ke Gare de Lyon karena kereta berangkat jam 19.05 dan mampir beli KFC untuk makan malam dan sekaligus makan siang. Sambil menunggu kereta, KFC langsung dihabiskan diruang tunggu. Gare de Lyon


Dijon, 10.15
Perjalanan pulang menempuh 3 jam juga. Capek juga perjalan seharian. Sampai di Dijon sudah jam 10 dan disambut hujan. Ternyata harus lari lagi karena bus divia baru masuk, kalo ngak aku haru menunggu setengah jam lagi di halte dengan ditemani hujan dan dingin.

Labels: , , ,

posted by Musa @ 1:57 AM   10 comments
About Me

Name: Musa
Home: Depok, Jawa Barat, Indonesia
About Me: Seorang yg sederhana, moderat, individu serta suka dedikasi dan komitmen dalam semua aspek hidup. Dalam pandanganku sendiri sebagai seorang stabil, bertanggung jawab, percaya diri dan orang penuh kasih yang mempunyai niat baik. Kenangan dari segalanya langkahku merupakan pengalaman berharga dimasa mendatang. Petualanganku dimulai dari pulau “Celebes” yang lebih dikenal dengan Sulawesi. Tepatnya di daerah Gorontalo tempat kelahiran dan masa-masa kecilku bermain dan tumbuh. Minat yang berkisar akademis terutama hardware system, petualangan. Mengunjungi suatu tempat dan hidup bebas dari “penjajahan” kesenangan penuh kasih. Bagaimanapun, seorang Purnawarman Musa masih merasakan bahwa aku bukanlah seorang yang sempurna.


YM ID : adadegh
See my complete profile
Facebook ID
Previous Post
Archives
Current Moon
CURRENT MOON
moon info
Other My Blog

Coretan

↑ @Gunadarma University

Serpihan-serpihan Catatanku

↑ @Blogsome dot Com

Links
This Day in History

Total Online
UG Radio
Powered by

BLOGGER

© 2005 La Couleur De La Vie Template by Isnaini Dot Com